Sunday, 01 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Ekspektasi Suplai Melonjak, Oil Melemah
Tuesday, 30 September 2025 16:26 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak anjlok pada hari Selasa(30/9) menjelang peningkatan produksi yang diantisipasi oleh OPEC+ dan karena dimulainya kembali ekspor minyak dari wilayah Kurdistan Irak melalui Turki memperkuat ekspektasi pasar akan surplus pasokan.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November, yang berakhir pada hari Selasa, turun 84 sen, atau 1,2%, menjadi $67,13 per barel pada pukul 08.09 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS diperdagangkan pada $62,68 per barel, turun 77 sen, atau 1,2%.

Penurunan ini memperpanjang penurunan pada hari Senin ketika Brent dan WTI ditutup lebih dari 3% lebih rendah setelah penurunan harian tertajam sejak 1 Agustus. Tekanan jual meningkat karena sumber-sumber OPEC+ mengisyaratkan kenaikan produksi lainnya, setelah harga turun menyusul dimulainya kembali ekspor minyak mentah wilayah Kurdistan Irak melalui Turki, kata analis PVM, Tamas Varga.

Dalam pertemuan yang dijadwalkan pada hari Minggu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, kemungkinan akan menyetujui peningkatan produksi minyak setidaknya 137.000 barel per hari, menurut tiga sumber yang mengetahui perundingan tersebut.

"Meskipun (OPEC+) berada di bawah kuota mereka, pasar tampaknya masih tidak menyukai kenyataan bahwa lebih banyak minyak akan masuk," kata analis Marex, Ed Meir. Sementara itu, minyak mentah mengalir pada hari Sabtu melalui pipa dari wilayah semi-otonom Kurdistan di Irak utara ke Turki untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun, setelah kesepakatan sementara memecahkan kebuntuan, kata kementerian perminyakan Irak.

Pasar tetap berhati-hati dalam beberapa pekan terakhir, menyeimbangkan risiko pasokan, yang terutama timbul dari serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap kilang-kilang Rusia, dengan ekspektasi kelebihan pasokan dan permintaan yang lemah. Di tempat lain, Presiden AS Donald Trump memenangkan dukungan Perdana Menteri Israel Netanyahu untuk proposal perdamaian Gaza yang didukung AS, tetapi sikap Hamas masih belum pasti.

Dalam skenario ideal, lalu lintas pelayaran melalui Terusan Suez akan kembali normal setelah kesepakatan damai Gaza, yang akan menghilangkan sebagian besar premi risiko geopolitik, ujar Varga dari PVM. Menambah sentimen pesimis, potensi risiko penutupan pemerintah AS telah meningkatkan kekhawatiran permintaan, ungkap analis ANZ dalam sebuah catatan pada hari Selasa.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS